headerphoto
Kepala Sekolah
SMAN 1 Sangatta Utara Siap Melaksanakan Kurikulum 2013 di tahun Ajaran 2013 - 2014.
Panjat Dinding

Prestasi yang membanggakan dari daerah yang pelosok pedalaman Kalimantan, bukan saja pelajaran banyak siswa siswi SMAN 1 Sangatta utara yang memiliki kemampuan yang luar biasa sehingga mengharumkan nama Daerah dan Almamater SMAN 1 Sangatta utara.Salah satunya dibidang olah raga.



Nama  : Andi Mariana


Kelas   : 12 IPS 2


TTL    : Sangatta 24 Mei 1993


 


B K Online
Buku kenangan 2012 Online merupakan sebuah preview asli dari buku kenangan SMANSA Sangatta Utara yang akan dibagikan khusus siswa siswi lulusan tahun 2012. Semoga buku nantinya buku ini akan menjadi pengingat dan pengobat rindu untuk siswa siswi yang telah lulus akan suasana dan lingkungan saat di SMANSA Sangatta Utara
"SEMOGA MENJADI ORANG-ORANG YANG SUKSES SELALU DAN BERGUNA UNTUK NUSA DAN BANGSA"
Batik
Siswa siswi SMAN 1 Sangatta Utara belajar batik yang sudah diakui dunia internasional sebagai Budaya Asli Indonesia langsung di Jambore PSN ( Pekan Seni Nusantara )Magelang
Jum'ad Seni
Jadwal Kegiatan Siswa siswi SMAN 1 Sangatta Utara Setiap Jum'ad Seni. Berbagai Kegiatan Kesenian Ditampilkan, Termasuk Band.
Festifal Islamic
Siswa Siswi SMAN 1 Sangatta Utara Aktif Mengikuti Lomba Islamic Festival 2012
I H T
Dalam Meningkatkan Kualitas Mutu Pengajaran oleh Guru SMAN 1 Sangatta Utara Diadakan In House Training dengan Mengundang Pakar Pendidikan Nasional.
Kepala Sekolah
Panjat Dinding
B K Online
Batik
Jum'ad Seni
Festifal Islamic
I H T
KOMPONEN DAN PROGRAM KERJA BIMBINGAN DAN KONSELING PDF Cetak E-mail
Bimbingan Konseling - Bimbingan Konseling
Ditulis oleh beben   
Jumat, 04 Juni 2010 08:46

KOMPONEN DAN PROGRAM KERJA

BIMBINGAN DAN KONSELING

 

Dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling mengacu pada empat komponen, diantaranya adalah :

 

1.      Pelayanan Dasar Bimbingan : sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman yang disajikan secara sistematis dalam rangka perilaku jangka panjangsesuai dengan tahap dan tugas perkembangan. Dalam hal ini pengunaan instrumen asesmen perkembangan dan kegiatan di SMAN 1 Sangatta Utara ada kegiatan tatap muka yang terjadwal setiap satu minggu sekali untuk setiap kelas. Tujuan : Membantu semua konseli agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh ketrampilan dasar dalam hidupnya, secara terperinci tugas pelayanan ini  upaya membantu konseli agar (1) Kesadaran diri dan lingkungan (pendidikan, Pekerjaan, Sosial Budaya dan Agama), (2) Mampu mengembangkan ketrampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab, (3) Mampu menangani kebutuhan dan masalah yang dihadapi, (4) Mampu mengembangkan diri dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. Fokus Pengembangan : fokus prilaku yang dikembangkan menyangkut, aspek-aspek pribadi, sosial, belajar, dan karir. Materi pelayanan dasar dirumuskan dan dikemas atas dasar  standart kompetensi, antara lain mencakup pengembangan: (1) Self-Esteem, (2) Motivasi Berprestasi, (3) Ketrampilan pengambilan keputusan, (4) Ketrampilan Pemecahan Masalah, (5) Ketrampilan Berkomunikasi, (6) Penyadaran Beragam berbudaya, (7) Prilaku bertanggung jawab. Hal-hal yang terkait dengan pengembangan karir antara lain : (1) Fungsi Agama bagi kehidupan, (2) Pemantapan pilihan program studi, (3) Ketrampilan Kerja Profisional, (4) Kesiapan diri dalam menghadapi pekerjaan, (5) Perkembangan dunia kerja, (6) Iklim kehidupan dunia kerja, (7) Cara melamar pekerjaan, (8) Kasus-kasus kriminalitas, (9) Bahayanya perkelahian masal, (10) Dampak pergaulan bebas.

 

2. Pelayanan Responsif : Pemberian bantuan kepada konseli yang menghadapi masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera, diantaranya : konseling Individu, Konseling Krisis, Konsultasi dengan orang tua, guru, dan alih tangan kepada ahli lain. Tujuan : Membantu konseli untuk memenuhi kebutuhan dan memecahkan masalah, baik masalah sosial-pribadi, karier, atau masalah pengembangan pendidikan. Fokus Pengembangan : disesuaikan dengan masalah dan kebutuhan konseli. Masalah dan kebutuhan konseli berkaitan dengan keinginan untuk memenuhi suatu hal karena dipandang penting bagi perkembangan bagi dirinya secara positif. Masalah yang mungkin dialami oleh konseli antara lain : (1) Merasa cemas tentang masa depan, (2) Merasa Rendah Diri, (3) Berperilaku impulsif, (4) Membolos, (5) Malas belajar, (6) Tidak memiliki kebiasan belajar yang positif, (7) Kurang bisa bergaul, (8) Prestasi belajar rendah, (9) Malas beribadah, (10) Free sex, (11) Masalah Tawuran, (12) Manajemen Stress, (13) Masalah dalam keluarga. Untuk memahami masalah konseli dengan mengunakan cara asesmen dan analisis perkembangan konseli yaitu melalui : Inventori Tugas-tugas perkembangan, angket, wawancara, observasi, sosiometri, daftar hadir konseli, psikotes dan daftar masalah konseli (AUM, alat ungkap masalah)

3. Perencanaan Individual :Membantu kepada konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan akan dirinya, memahami akan peluang dan kesempatan yang tersedia dilingkungannya. Tujuan : upaya untuk memfasilitasi konseli untuk merencanakan, memonitor, dan mengelola rencana pendidikan, karir, dan pengembangan secara khusus untuk dirinya sendiri. Fokus Pengembangan : Fokus pelayanan perencanaan aspek akademik, karir, dan sosial pribadi, secara terperinci.

4. Dukungan Sistem : merupakan komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, tata kerja infra struktur,  (TIK), dan pengembangan kemampuan profisional konselor secara berkelanjutan  yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada konseli untuk memfasilitasi kelancaran perkembangan konseli. Dukungan sistem ini meliputi : (1) Pengembangan Networking, (2) Kegiatan Manajemen, (3) Riset dan pengembangan.

 

KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING

SMA NEGERI 1 SANGATTA UTARA

No

Kegiatan

Sasaran Kelas

Keterangan

X

XI

XII

1

Memberikan materi pelayanan bimbingan dan konseling (Satlan), tatap muka dikelas

Materi layanan diberikan secara tatap muka sekali dalam seminggu, standart kompetensinya disesuaikan dengan tugas perkembangan siswa.

 

2

Layanan konseling kelompok dan perorangan

Setiap siswa berhak mendapatkan layanan ini disesuaikan dengan kebutuhan konseli.

 

 

3

Membantu siswa dalam pilihan jurusan dengan mengunakan, psikotes, angket, dan aspek nilai akademik

 

 

 

Peran BK dalam penjurusan untuk kelas X muntlak, hal ini adalah tugas BK.

4

Memfasilitasi siswa untuk menentukan sikap setelah lulus SMA

 

 

Memberikan bantuan sekaligus memecahkan masalah, apa yang diambil selepas SMA Kelak, jika tidak melanjutkan kejenjang pendidikan Bk juga membantu mencarikan informasi lowongan kerja, dan pelatihan ketrampilan.

 

5

Memberikan sosialisasi tentang jenis perguruan tinggi  dan prospek kerjanya

 

 

Bagi yang melanjutkan kejenjang pendidikanyang lebih tinggi BK memberikan wawasan tentang Fakultas/jurusan yang sesuai dengan minat dan bakat konseli.

 

6

Memfasilitasi siswa untuk mendaftarkan ke Perguruan Tinggi baik melalui jalur prestasi maupun melalui jalur ujian tulis.

 

 

Secara intensif BK membantu mendaftarkan keperguruan tinggi negeri dan swasta. Dan SMAN 1 Sangatta Utara sudah bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dan swasta di Indonesia.

7

Memberikan motivasi berprestasi dan secara mental memberi dukungan kepada siswa baru pada semester pertama.

 

 

Diawal enam Bulan pertama BK memberikan Dorongan dan motivasi bagi siswa baru (kelas X)  dapat menyesuaikan diri untuk belajar disekolah barunya sekaligus memberi wawasan untuk berprestasi.

 

8.

Memfasilitasi dalam pemberian beasiswa bagi siswa yang kurang mampu

Mencarikan beasiswa bagi siswa yang kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikannya selama di SMAN 1 Sangatta Utara

 

9

Membantu mencarikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi

 

Penghargaan bagi siswa yang berprestasi.

10

Membantu mencarikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi yang diterima diperguruan tinggi negeri.

 

 

 

Bagi siswa yang berprestasi yang kurang mamapu yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN), dalam hal ini bekerja sama dengan instansi lain yang peduli dengan pendidikan,

 

 

 

 

 

KERANGKA ISI PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI

No

Aspek Perkembangan

Tataran/Internalisasi Tujuan

Pengenalan

Akomodasi

Tindakan

1.

Landasan Hidup Religius

Mempelajari hal ihwal ibadah

Mengembangkan pemikiran tentang kehidupan beragama

Melaksanakan ibadah atas keyakinan sendiri disertai sikap toleransi

2.

Landasan Prilaku Etis

Mengenal keragaman sumber norma yang berlaku dimasyarakat

Menghargai keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambilan keputusan

Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek etis.

3.

Kematangan Emosi

Mempelajari cara-cara menghindari konflik dengan orang lain

Bersikap toleran terhadap ragam ekspresi perasaan diri sendiri dan orang lain

Mengekspresikan perasaan dalam cara-cara yang bebas, terbuka dan tidak menimbulkan konflik

4.

Kematangan Intelektual

Mempelajari cara-cara pengambilan keputusan dan memecahkan masalah secara obyektif.

Menyadari akan keragaman alternatif keputusan dan konsekuensi yang dihadapi

Mengambil keputusan dan memecahkan masalah atas dasar informasi/data secara obyektif

5.

Kesadaran Tanggung Jawab Sosial

Mempelajari keragaman interaksi sosial

Menyadari nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalam konteks keragaman interaksi sosial

Berinteraksi dengan orang lain atas dasar kesamaan (equality)

6.

Kesadaran Gender

Mempelajari perilaku kolaborasi antar jenis dalam ragam kehidupan

Menghargai keragaman peran laki-laki atau perempuan sebagai aset kolaborasi dan keharmonisan hidup

Berkolaborasi secara harmonis dengan lain jenis dalam keragaman peran

7.

Pengembangan Pribadi

Mempelajari keunikan diri dalam konteks kehidupan sosial

Menerima keunikan diri dengan segala kelebihan dan kekurangannya

Menampilkan keunikkan diri secara harmonis dalam keragaman

8.

Perilaku Kewirausahaan (Kemandirian Perilaku Ekonomis)

Mempelajari strategi dan peluang untuk berperilaku Hemat, Ulet, sungguh-sungguh dan kompetetif dalam keragaman kehidupan.

Menerima nilai-nilai hidup, hemat, ulet, sungguh-sungguh dan kompetetif, sebagai aset untuk mencapai hidup mandiri.

Menampilkan hidup hemat, ulet sungguh-sungguh dan kompetetif atas dasar kesadaran sendiri.

9.

Wawasan Dan Kesiapan Karir

Mempelajari kemampuan diri, peluang dan ragam pekerjaan, pendidikan dan aktifitas yang berfokus pada pengembangan alternatif karir yang lebih terarah.

Internalisai nilai-nilai yang melandasi pertimbangan pemilihan alternatif karir.

Mengembangkan alternatif perencanaan karir dengan mempertimbangkan kemampuan, peluan dan ragam karir.

10.

Kematangan hubungan dengan teman sebaya

Mempelajari cara-cara membina kerjasama dan toleransi dalam pergaulan dengan teman sebaya.

Menghargai nilai-nilai kerjasama dan toleransi dalam pergaulan dengan teman sebaya

Memperhatikan norma yang berlaku